A drop of ink can move a million people to think


Search

July 22, 2009

Ujung runway








Ujung runway hampir senja
Sebuah awal kisah di akhir tahun
Matahari lemah cahaya....., lemah terik......
Angin dingin mulai menggigit...

Sayap sayap membentang membelah angkasa
Memulai petualangan buana angkasa raya
Roda roda menjejak menyentuh bumi
Menyudahi petualangan angkasa luas

Cerita ini akan panjang
seperti aku bilang kala malam di ujung utara

Sepanjang runway?
Tidak!
Sepanjang kisah?
Tidak!

Sepanjang masa!
Sepanjang nafas! Read More......

June 03, 2009

14 04 84, the historical moment


Taukah kau
Ku rindu dirimu
Taukah kau

Rasakah kasih
Cintaku putih
Rasakah kasih

Saat gelisah begitu buas hancurkan jiwa
Saat tak kuat lagi memendam marah
Sungguh aku cinta kau
Sungguh aku sayang kau

Jangan didik anak kita penakut
Jangan ajar anak kita pengecut
Tolong kabarkan tinjuku untuknya
Demi kebenaran yang nyata

Istriku manis, senyum yang manis
Anakku jantan, tertawalah lantang
Istriku manis, jangan menangis
Anakku jantan, murkalah jantan




Read More......

May 17, 2009

Taubatannasuha dan Taubatanterpaksa

Tidak sengaja sore itu aku ketemu dua teman lama di sebuah Mall di kotaku. Dua laki laki dewasa yang saya lihat semakin matang (mata keranjang, hihihihi). Sudah lima tahunan kami tidak berjumpa, dan tentu saja moment tersebut menjadi sebuah reuni kecil kecilan. Kami sepakat merayakan pertemuan ini dengan ngobrol dan minum sambil menghabiskan sore di salah satu cafe yang ada di Mall tersebut.







kika: tukang ngopi, perokok kambuhan, piaraanku, dan aku sendiri

3 cups capuchino dan beberapa potong kue disajikan di meja kami. Asyik memang ngobrol masa lalu rame rame sambil haha hihi ditemani capuchino hangat, sampai pada suatu saat salah satu dari temanku tersebut memanggil waiter untuk minta diambilkan ashtray. Tidak lama sang waiter datang dengan membawa ashtray. Satu temanku mulai mengeluarkan sebungkus rokok mild (padahal dulu rokoknya kretek) yang sudah terbuka. Dengan style khas seorang perokok dia ambil sebatang dan membakarnya. Seketika asap putih beraroma tembakau dan cengkeh mengepul dari mulut dan hidungnya setelah helaan dalam nafasnya menghisap asap tembakau seakan tidak mau sedikitpun asap rokok luput dari hisapannya. Sebuah expresi kenikmatan saya tangkap saat dia menghembuskan asap rokok. Hmmm....jika saja aku seorang perokok, pasti bisa menikmati asap rokok. Dan sesaat saya yakin temanku yang satu pasti akan melakukan hal yang sama karena aku tau mereka berdua adalah perokok berat. Setelah sekian menit sambil ngobrol, ternyata saya mulai ragu dengan keyakinanku tadi. Iseng iseng saya tanyakan kepada temanku yang "belum" membakar rokoknya. Satu jawaban dari dia yang membuatku terbelalak. Ternyata dia sudah tidak merokok lagi. Lalu pembicaraan kami fokus kepada masalah kebiasaan merokok.

Katakan saja si A adalah mantan perokok dan si B adalah perokok.
Si A mengemukakan alasan mengapa dia stop merokok. Dengan datar tanpa bermaksud mengggurui atau menasehati atau sok pinter, Si A mengatakan bahwa dia berhenti merokok dengan alasan yang masuk akal, yaitu demi kesehatan (badan) dan kesehatan (kantong). Si A membaca artikel dari internet maupun peringatan peringatan di apotik atau rumah sakit tentang bahaya merokok. Menurut banyak orang, merokok adalah kenikmatan tersendiri dan jika sudah kecanduan maka tidak mudah untuk stop merokok. Jika sehari saja tidak menghisap asap rokok sekian batang, maka si perokok itu akan gelisah dan merasa dunia ini belum lengkap tanpa asap rokok. Diperlukan niat yang kuat serta disiplin tinggi untuk lepas dari kecanduan. Dan Alhamdulillah, temenku yang satu sudah bisa melepaskan diri dari belenggu nikotin sedikit demi sedikit, dan berhasil dan sekarang menjalani hidup dengan lebih sehat dengan tersenyum.

Si B kemudian ganti berkisah tentang rokoknya. Memang si B dulu sempat berhenti merokok untuk beberapa waktu. Sebab apa dia berhenti (pause) merokok? Si B dengan expressi serius mengatakan bahwa dia pernah pause merokok karena terkena radang paru paru dan terpaksa tinggal di rumah sakit untuk beberapa minggu. Dokter memperingati si B untuk stop merokok dengan berbagai "ancaman komplet" bahaya merokok. Memang si B berhenti merokok walau berat dan berniat untuk berhenti merokok selamanya. Akan tetapi kenyataannya dia sekarang masih menghisap asap tembakau di depan mataku. Belum ada sebulan sejak dinyatakan paru paru nya sehat (untung sembuh), ibarat tanah kubur belum kering, rasa kangen si B terhadap asap tembakau tak tertahankan. Mula mula dia beli sebungkus rokok yang ringan (mild) untuk dihisap setelah makan pagi atau saat dirinya buang hajat besar seperti ritualnya beberapa bulan sebelumnya. Artinya 4 batang sehari ( saat buang hajat 1 batang, setelah makan pagi siang malam, 3 batang). Dan pengakuannya sekarang sudah 1 bungkus (16 batang) sehari, walaupun bukan rokok kretek lagi melainkan rokok mild.

Ada pelajaran yang saya dapatkan dari masalah merokok yang di alami oleh kedua teman saya. Si A bisa total berhenti merokok karena memang dengan kesadaran dan niat kuat untuk berhenti merokok. Bukan karena faktor external atau terpaksa. Artinya si A mempunyai kesadaran niat dari dalam dirinya sendiri dan menyadari resikonya jika dia tidak menghentikan kebiasaan merokoknya. Sementara si B masih tetap merokok walau sempat pause beberapa waktu. Hal ini karena faktor external yang membikin si B terpaksa berhenti (pause) merokok. dan hasilnya tentu berbeda antara kedua temanku tadi. Inilah sebuah gambaran nyata tentang Taubatannasuha dan Taubatanterpaksa. Taubatannasuha menjadikan dia taubat dengan sebenar benarnya taubat karena dorongan dari dalam dirinya, sementara Taubatanterpaksa karena faktor external, dan efeknya cenderung menjadikan si B menjadi residivis setelah faktor externalnya hilang atau tawar.

Analogi saya langsung mengarah kepada para penjahat yang kambuh (residivis) walaupun telah dihukum sesuai undang undang dan hukum yang berlaku. Ada sebuah pameo bahwa seorang alumnus penjara akan kapok dengan sebenar benarnya kapok karena dia berbuat kejahatan akibat dari khilaf dan menganggap penjara sebagai ruang pembelajarannya, atau alumnus penjara akan menjadi residivis yang jauh lebih "pintar" dari sebelumnya karena memang dia terpaksa (tekanan ekonomi atau psikologis) atau karena memang watak bawaan pribadi individu tersebut dan menganggap penjara adalah sebuah "sekolah kejuruan yang lain" tanpa Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Kita banyak melihat realita seperti ini dari berbagai media pemberitaan baik cetak maupun elektronik.

Hal tersebut diatas mengingatkan saya kepada salah satu temanku juga yang saat ini bersumpah bertobat dari perilakunya (penjahat kelamin) dan sekarang mengasingkan diri dari komunitasnya (melarikan diri dari tanggungjawab terhadap teman kumpul kebonya) setelah terbongkar kebusukannya oleh teman kumpul kebonya sendiri. Aku hanya bisa berdoa saja semoga temanku tersebut bisa melakukan Taubatannnasuha (seperti temanku si A yang mantan perokok) bukan Taubatanterpaksa (seperti temanku si B yang residivis perokok).

Ya, aku hanya bisa berdoa, semoga tidak ada istilah RESIDIVIS PENJAHAT KELAMIN walaupun aku pesimis dia bisa bertaubat dengan sebenar benarnya bertaubat karena saya yakin taubatnya terpaksa dilakukan akibat kepergok kebusukannya oleh pacarnya (teman kumpul kebonya) sendiri. Dan kejahatan kelaminnya bukan karena khilaf, melainkan sudah menjadi life stylenya. Sudah lebih dari 5 orang yang terbongkar sampai sampai saat ini. Gejala akan residiv ini sudah nampak dari cara dia melarikan diri dari komunitasnya dan melarikan diri dari tanggungjawabnya kepada pacarnya (teman kumpul kebonya) akibat ulahnya yang dilakukan selama ini.


Tuhan tidak tidur, Tuhan tidak pernah khilaf,

Amin

Read More......

May 10, 2009

Sebuah potret kusam.....

Sebuah realita yang terjadi di kota ini atau kota manapun di negeri ini.
Kota ini sudah menjadi tujuan kaum muda dari segenap pelosok penjuru negeri ini untuk menuntut ilmu. Tentu saja sarana akomodasi berupa rumah rumah kost juga bermunculan seiring bertambahnya perguruan tinggi serta pendatang penuntut ilmu, baik yang serius maupun yang asal dapat "stemple Jogja" saja.
Berkembangnya animo penuntut ilmu di kota ini, tentu akan "memperkaya" interaksi sosial budaya dan karakter individu, serta gaya hidup di kota ini, yang mana tentu ada dampak sosial yang ditimbulkan oleh kaum muda tersebut.
Sebuah realita yang menarik buat saya posting disini adalah salah satu gaya hidup "mahasiswi" atau "karyawati" di kota ini.

Sebutlah namanya "Y". Seorang mahasiswi dengan paras lumayan (cantik?) dan tubuh lumayan (sexy?) dengan kulit lumayan (mulus dan terang?). Masalah isi kantong; who knows? Tidak perlu disebutkan dimana dia kuliah, atau bekerja, karena tidak ada hubungannya sama sekali.
Interaksi sosial dan gaya hidup mau tidak mau dia harus telan juga, yang mana biaya memenuhi gaya hidup sering jauh lebih besar dibanding uang saku atau gajinya. Bagi yang berkantong tebal, mungkin tidak masalah, bagi yang berkantong cekak, bisa jadi juga tidak masalah. He he he, semuanya mungkin tidak masalah karena ini tidak ada hubungannya denga masalah isi kantong, akan tetapi perilaku individu saja.
Menyadari bahwa diri "Y" ini muda, lumayan (cantik?), lumayan (sexy?), dan lumayan (mulus dan terang?) kulitnya, serta lumayan suka mengikuti gaya hidup terdepan, dia manfaatkan "kelumayanannya" itu untuk menangguk sarana dan prasarananya dari pacar (dan pacar-pacar) nya. How come? Internet menjadika segala sesuatunya "BISA dan MUNGKIN". Si "Y" menyeleksi calon "pacar" atau "orang tua asuh" atau "orang tiua angkat" (apapun istilahnya) lewat jejaring sosial di internet termasuk blog (yang kelihatan sopan dan tanpa cela). Kata kata (sopan dan nakal) dan foto (wajar dan vulgar) bisa instant tersaji dengan sekali "klik" dan menggoda taget. Dan sekali itu pula target akan lumpuh oleh panah kata dan gambar.

Dengan fasilitas internet dan kartu celular yang semakin murah, juga handphone murah sebagai modal, tentu dengan mudahnya membangun "jaringan" pribadinya. Masing masing pacar akan diberi no hp tersendiri atau koneksi internet tersendiri supaya masing masing cowoknya tidak bentrok. Misal, pacar "A" dikasih no HP dengan operator "Simple" dan koneksi email "gugmail" dan bisa chat private lewat faslitas pada email bukan lewat operator chatting terbuka seperti YM. Bahkan nantinya si "Y" ini akan membuat email yang mirip id si "A" sendiri yang mana supaya tidak ketahuan di email asli si "Y" jika sewaktu waktu ada sidak (inspeksi mendadak) oleh salah satu pacar yang kritis. Misalnya aslinya si "A" mempunyai email"A"@gugmail.com, maka "Y" akan bikin email "A"@tahumail.com, atau yang lain asal nama mirip dan provider yang beda untuk korespondensi dengan pacar "A".
Kemudian pacar "B" di beri no HP dengan operator "Mens" dengan koneksi email "tahoo.co.id" dan "Y" bikin id yang mirip id nya "B"untuk korespondensinya. Begitu juga pacar "C", "D", dst tergantung kelihaian si "Y". Tentu saja semakin banyak pacar semakin rumit dan semakin banyak harapan kucuran dana dan peluh. Akan tetapi tentu saja "Y" membatasi diri sesuai kemampuannya dalam memaintenance jaringan koleksinya.

Dalam seleksi pacar (orang tua asuh / atau orang tua angkat, apapun istilahnya), tentu "Y" akan memilih bukan cowok "sembarangan" artinya bukan cowok single yang juga mahasiswa dengan kantong cekak, tapi dipilih dari luar kota dengan catatan sudah mapan secara financial, dan sudah ada anak atau istri, dan kalau perlu agama yang beda. Tau kenapa? Karena uang akan mengalir deras dari "BAPAK ANGKAT" yang mapan secara financial dan keluarga, dan tidak mungkin menemui "Y" setiap hari, atau akan mengajak married. Dan "Y" ini juga akan merekrut pacar dari kota yang sama (single dan sedikit keren di tampang doang.) untuk ditampilkan di publik nyata (bukan maya) di lingkungan kostnya supaya tidak dikira jomblo atau tidak laku, dan kemudian dijadikan pasukan siaga yang 24 jam siap di manfaatkan "tenaganya", "tenaganya" dan "tenaganya" sewaktu waktu, dan bahkan bisa dikorbankan menjadi laki laki "penanggung jawab" jika sewaktu waktu si "Y" hamil entah oleh siapa. Kenapa saya sebut tenaganya sampai 3 kali? Baik, saya jelaskan. Tenaga yang pertama adalah tenaga dari isi kantong, jika si "Y" sdg tidak ada setoran dari "koleksinya". Tenaganya yang kedua adalah tenaga biologisnya, untuk memenuhi hasrat biologis si "Y" jika si "Y" tiba tiba BT (Birahi Tinggi) atau tidak dapet jatah dari para koleksinya. Dan tenaganya yang ketiga adalah tenaga fisiknya, yang bener bener fisik untuk antar sana sini atau angkat ini itu, serta bantu ini itu. (Kalo ini sih koleksinya gak bakalan bantu).
Tentu saja si "Y" ini akan menyiapkan banyak account bank dari berbagai bank untuk menampung hasil dari jaringannya, dan bahkan kartu kredit atas nama "bapak angkat"nya walau dengan batas limit minimal. (Keren BO!!!, tapi ati ati nyimpannya, biar gak kaetahuan pacar yang lain)

Salah satu tehnik saat kritis jika hampir ketahuan oleh pacarnya yang lain, maka si "Y" ini akan segera menyelamatkan diri tentu saja. Dan jika upaya penyelamatan diri ini gagal, maka dengan tidak segan segan si "Y" mengajukan cerai (amputasi) saat itu juga tanpa ada nego dan pembicaraan, dan hilangkan jejak sebersih mungkin. Ibarat hilang satu masih ada 4, mati satu tumbuh seribu, patah tumbuh hilang berganti, seperti semboyan masa perjuangan tempo doeloe.

Komplet sudah kehidupan mudanya, pacar ada, penyandang dana ada, gaya hidup terpenuhi, tidak terdeteksi keluarga atau orang tua, kuliah atau kerja tidak kacau(semoga).
Catatan ini adalah sebuah realita yang sempat saya potret di memory saya. Sudah ada 3 orang (mahasiswi maupun karyawati) yang saya temui mempunyai pola yang pada dasarnya mempunyai benang merah yang sama.
Akankah ini menjadi trend anak (perempuan) muda saat ini dan masa depan untuk memenuhi hasrat hedonisme?

DON'T TRY THIS AT HOME!!!!
Bahaya, ketahuan ortu sama tetangga. Kalo mau coba di luaran saja ya. Hahahahaha......
Buat para laki laki, kalian pintar pintar menyimak.
Buat perempuan penganggur, asal Anda pintar, trik ini bisa di pakai. Pura puralah mengaku karyawati, dan mulailah semuanya dengan kebohongan, semuanya akan beres.
Tentu para pembaca sudah matang dan dewasa untuk mengambil sikap.
Read More......

April 25, 2009

Wajah, kelamin, dan kelakuan

Dari sekedar iseng browsing sana sini, saya banyak perhatikan sesuatu yang menarik.
Sedikit nakal browsing yang agak horor sampai yang kelas berat.
Akhirnya saya mendapat kesimpulan bahwa ada korelasi antara wajah, kelamin dan kelakuan.
Mau info lebih jauh mengenai korelasi antara wajah, kelamin, dan kelakuan?
Ikuti terus ya....................
Nih kelanjutannya,.......
Tuh ada foto cowok (bukan pria). Kasih koment dulu ya, ganteng atau tidak cowok satu ini. Dia adalah blogger yang cukup punya nama loh...
Ditunggu........

Pendekar titit belang

Kelanjutannya...........
Sayang sekali, blog miliknya - www.jendelahati.net- sudah ditutup sekarang. Sangat menyedihkan, padahal kelamin dan kelakuannya belum nongol. Yah, jendela hati terpaksa off line gara gara tulisanku ini. Ya betul, itu foto dari purwagilardhie-www.jendelahati.net-dengan berbagai macam nama samaran. Buat cewek cewek penggemar purwa, maaf, kalau mau tau info lebih lanjut tentang dia, kelamin, dan kelakuannya, silakan hubungi saya deh.

Buat Purwa, kalo emang laki laki, hubungi saya ya.......


Dilanjut lagi deh................................,
Saya posting kelaminnya ya.......,
Yang mau muntah ya muntah saja deh................., jangan ditahan......,


Ganteng gak? Gak kan? Kelaminnya belang, dah kemakan kudis, peyot, nggak gagah, dan lembek. Sok PD kasih kasih "wajah" kelamin.
Tau sendiri kan, di blognya dia sok berlagak soleh, berhati mulia tapi liat deh kelaminnya...............
Korelasinya adalah, wajah, kelamin, kelakuannya ya berbanding lurus...., jendelahati sok soleh hanya kedok saja................


Read More......

April 16, 2009

Hello, I am home.....

Ternyata lelah juga sekian lama harus menghilangkan diri dari komunitas. Dan akhirnya aku tidak tahan untuk menyapa sobat semua. Apa kabar semuanya?
Tentu banyak cerita yang aku ingin share dengan teman semua.
Tunggu saja tanggal mainnya.

Sabar yack....



Read More......

February 17, 2009

Terimakasih Sahabat...

Saat galau mencengkeramku
A
da asa yang kau titip di tiap doamu
H
atimu tak ragu menanyakan
A
pa kabarku hari ini?
B
erbagi harap untuk ku pegang, dan
A
ku hanya bisa berucap...
T
erimakasih sahabat

  • Alhamdulillah, hari ini saya bisa menyapa sahabat-sahabat...
    Allah punya rencana besar untuk hidup saya, saya diperkenankan melewati masa-masa sulit untuk menunjukkan betapa Allah sangat mencintai saya.
    Saai ini, ada sebait doa dan ucapan terimakasih buat perhatian dan doa yang sahabat berikan buat saya selama saya sakit..
    Rasa haru dan bahagia mendapatkan semua ini... saya jadi tahu, betapa berartinya persahabatan itu...

    Buat mbak Lyla, thank you so much mbakku sayang... postingannya membuat mataku berkaca-kaca karena terharu. Mbak Lyla juga lah yang senantiasa setia mengecek perkembangan kondisiku.
    Buat zie yang selalu ngasih semangat buat aku everytime, thanks sista..
    Buat Bang Erik, Wen, Unieq, yang sangat perhatian dengan kondisiku.. I love u all
    Buat Mas Dhie, yang dah buat aku tertawa dan ngembaliin semangatku ketika aku berjuang dalam sakit.. miss u..

    Buat sahabat ipanks, lidya, tyas, G, Harry Seenthings, Lala, subagya, fuda, bang ir, Senoaji, IChA, suryaden, boykesn, kita, rayearth2601, Seno 003, Tony, dede, sibaho, budiawanhutasoit, Iksan, iam, bunda, Rian Xavier, Milla Widia N, mocca_chi, ke2nai, Nine, herro, ' Li ', gdenarayana, Tips Kecantikan, Girls Corner, david, Rumah Islami, Keluarga-Ibad, Nia, FATAMORGANA, Atca, yoyo, Sang Penyamun 050209, Umi Rina, bani risset, IjoPunkJutee, jaloee, wirati, Dexter, Brigadista, didiet, Yopan Prihadi, _subhan_, Baka Kelana, oeoes, mama hilda, fahrisalakbar, Ersis Warmansyah Abbas, Muhammad Qori, Kristin A Kusuma, HumorBendol. thanks buat doanya..

    Buat sahabat yang selalu setia mengunjungiku mas bagus Pras, attayaya, mas belly, bang Yaqon.. gak capek ya?? thank's berat loh.

    Juga buat sahabat semua yang namanya mungkin terlewatkan...
    Semoga sahabat semua senantiasa dalam lindunganNya. Amin











    Read More......